Dubes RI Untuk Tanzania Berikan Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular

Tanggal Update : | Dibaca : 74x

Dubes RI Untuk Tanzania Berikan Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular

JAKARTA (wartamerdeka). Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania, Ruwanda, Burundi dan Uni Comoros, Prof. Dr. Ratlan Pardede, berikan Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta Timur. Di sela waktu padat dalam rangkaian kerjanya di Indonesia, sang Dubes masih menyiapkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengetahuan kepada kalangan akademisi dan para mahasiswa, karena memang sebelumnya dia aktif di dunia pendidikan. Kuliah Umum berlangsung pada hari Sabtu, 21 April 2018 dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB, bertempat di Aula Hiobadja Lt. 8, Kampus A Universitas Mpu Tantular, Cipinang, Jakarta Timur. Sekitar 140 orang mengikuti acara tersebut, yang didominasi para mahasiswa, dosen, struktural, karyawan dan unsur lainnya. Sebelum sesi Kuliah Umum, acara didahului prosesi Nasional dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan pembacaan doa. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Rektor UMT, Dr. Ir Mangasi Panjaitan, ME dan sambutan Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta (BMJ) yang menaungi UMT, Budi P. Sinambela, BBA. Kuliah Umum bertajuk Strenghthening Economic Relations Between Indonesia and Tanzania Through Indonesia Africa Forum 2018 itu dipresentasikan langsung oleh pembicara tunggal Ratlan Pardede, dipandu moderator Dr. Sarton Sinambela, SE, MM, yang juga adalah Dekan Fakultas Ekonomi UMT. Dalam presentasinya, sang Dubes Ratlan Pardede yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Mpu Tantular periode 2011-2015 itu mengatakan, Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 merupakan forum pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia, untuk mendorong peningkatan kerjasama ekonomi dengan negara-negara Afrika.

Adapun Indonesia-Africa Forum 2018 yang diselenggarakan Indonesia, merupakan forum pertama yang mendorong peningkatan kerjasama ekonomi dengan negara-negara Afrika. Ada lima fokus kerjasama ekspor dan investasi Indonesia ke Afrika, yaitu dalam bidang pertanian, industri strategis, fasilitas pembiayaan, ekonomi digital dan kerjasama teknik, kata Ratlan dihadapan para peserta kuliah umum. Sementara Tanzania di Indonesia-Africa Forum 2018 dikatakan Ratlan, memiliki program dengan kehadiran 17 pengusaha dan pejabat Pemerintah Tanzania dan Negara Akreditasi; Pembelian kapal kargo oleh pengusaha Tanzania sebesar 700.000 USD; Penjajakan pembelian mesin-mesin pertanian asal Indonesia ke Tanzania; dan Semakin terbuka peluang ekspor dan investasi oleh Indonesia ke Tanzania.

Adapun gambaran hubungan ekonomi Indonesia-Tanzania dari sisi ekspor-impor menurut Ratlan, dari data Kemdag menunjukkan, tahun 2016 ekspor sebesar 154,45 ribu USD, meningkat menjadi 277,4 ribu USD pada tahun 2017 (122,95 ribu USD). Sedangkan untuk impor, menurun dari 68,89 ribu USD menjadi 26 ribu USD (-42,89 ribu USD). Dalam hal volume perdagangan Indonesia-Tanzania tahun 2017 tercatat Total Trade sebesar USD 303,4 million, yang terdiri dari impor USD 26 million dan ekspor USD 277,4 million. Dimana pada tahun 2013 hingga 2016 terjadi decreasing trend sebesar 5,04%, namun pada tahun 2016-2017 terjadi increasing trend sebesar 34,6%. Sementara itu, komoditi nilai perdagangan terbesar dalam hal ekspor ke Tanzania, ada tiga komoditi yaitu: kelapa sawit, mesin dan produk kertas. Dari sisi investasi Indonesia ke Tanzania yang sangat prospek adalah di bidang pertambangan.

Hal lain yang menarik dikatakan Ratlan, dalam bidang pendidikan di Tanzania, di tingkat SLTP bahasa Inggris sudah wajib diajarkan di sekolah. Tentu, banyak hal lainnya yang disampaikan termasuk tradisi maupun budaya negara-negara lainnya di Afrika. Usai paparan, moderator Sarton Sinambela memandu sesi tanya-jawab dari mahasiswa maupun dosen. Setelah itu, Ratlan diberikan Ulos Batak sebagai tanda kenangan, oleh Ketua Yayasan, Budi P. Sinambela, BBA, yang diakhiri foto-foto bersama. Sebagaimana diketahui, ajang Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 sendiri dilaksanakan dua hari pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua, Bali. Kesepakatan bisnis di ajang IAF 2018 tersebut diharapkan mencapai lebih dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,75 triliun (kurs Rp 13.500). Hal itu dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam pidato sambutannya mengawali acara yang diikuti 500 partisipan dari 53 negara Afrika dan Indonesia tersebut. Menurutnya, komitmen Indonesia untuk bekerja sama dengan Afrika sangat kuat, dan menargetkan kerja sama pengembangan kapasitas dan teknis akan naik tiga kali lipat di masa mendatang.

Source : https://wartamerdeka.net/read/2817/Dubes-RI-Untuk-Tanzania-Berikan-Kuliah-Umum-di-Universitas-Mpu-Tantular


Berita Lainnya